Wahai Muslimah, persiapkanlah
dirimu sebaik mungkin dalam menghadapi Bulan suci Ramadhan. Karena
bisa jadi Bulan Ramadhan kali ini adalah Bulan Ramadhan terakhir yang
kita ketemui.
Kalbu, yang biasa diartikan sebagai hati, padahal
hakekatnya ia adalah Jantung. Kalbu (Jantung) itu memiliki tempat
atau kedudukan yang tinggi didalam Islam.
Dari Abu Hurairah رضي
الله عنه
قَالَ رَسُولُ اللهِ
: إِنَّ اللهَ لَا يَنْظُرُ
إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ
وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ
وَأَعْمَالِكُمْ
Rasulullah صلى الله عليه
وسلم bersabda:
“Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa-rupa dan harta benda kalian, akan tetapi melihat kepada kalbu dan amal kalian.”
(Shahih, HR. Muslim)
“Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa-rupa dan harta benda kalian, akan tetapi melihat kepada kalbu dan amal kalian.”
(Shahih, HR. Muslim)
Amalan seseorang itu berbeda-beda tergantung Kalbu
tiap manusia.
Dari Nu’man Ibnu Basyir رضي
الله عنه, Rasulullah صلى الله
عليه وسلم bersabda:
أَلاَ وَإِنَّ فِي
الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ
صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا
فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلاَ
وَهِيَ الْقَلْبُ
“Ketahuilah bahwasanya pada setiap tubuh seseorang ada segumpal daging. Jika dia baik, akan baiklah seluruh anggota tubuhnya. Namun apabila dia rusak maka akan rusak pula seluruh anggota tubuhnya. Ketahuilah bahwasanya segumpal daging tadi adalah qalbu.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
“Ketahuilah bahwasanya pada setiap tubuh seseorang ada segumpal daging. Jika dia baik, akan baiklah seluruh anggota tubuhnya. Namun apabila dia rusak maka akan rusak pula seluruh anggota tubuhnya. Ketahuilah bahwasanya segumpal daging tadi adalah qalbu.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Kalbu itu adalah pimpinan seluruh tubuh. Ia akan
mengajak pada kebaikan ataukah mengajak kepada keburukan.
Kalbu itu terbagi menjadi 3 bagian:
1. QALBUN SALIIM
Yaitu kalbu yang selamat. Allah سبحانه وتعالى berfirman
وَلَا تُخْزِنِي
يَوْمَ يُبْعَثُونَ يَوْمَ لَا يَنفَعُ
مَالٌ وَلَا بَنُونَ إِلَّا مَنْ أَتَى
اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
“Janganlah Engkau hinakan aku pada hari ketika
mereka dibangkitkan. (Yaitu) di hari dimana harta dan anak-anak tidak
berguna. Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang
bersih.”
(QS. Asy-Syu’ara’: 87-89)
(QS. Asy-Syu’ara’: 87-89)
Qalbun Saliim menurut Ibnu Katsir adalah Selamat dari
Kotoran dan kesyirikan dan selamat dari kotoran-kotoran dosa.
Qalbun Saliim menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah
rahimahullah adalah hati yang bersih atau selamat dari
segala sesuatu yang menjadikan selain Allah سبحانه
وتعالى (dalam segala bentuknya) sebagai sekutu.
Karenanya, hati yang bersih adalah yang memurnikan segala bentuk
peribadatan hanya untuk Allah سبحانه
وتعالى semata. Iradah (kehendak), mahabbah (cinta),
tawakal, taubat, ikhbatan (khusyu’) tawadhu’, (berendah diri),
khasyyah (takut), dan raja` (harapan) semuanya murni diamalkan karena
Allah سبحانه وتعالى semata.
(Ighatsatul Lahafan min Mashayidi Asy-Syaithan hal. 41)
(Ighatsatul Lahafan min Mashayidi Asy-Syaithan hal. 41)
Ialah Qalbu yang selamat dari ketundukan kepada
selain Allah سبحانه وتعالى tetapi
ia mengikhlaskan penghambaannya hanya kepada Allah سبحانه
وتعالى. Amalnya tulus untuk Allah سبحانه
وتعالى sehingga ketika ia mencintai, maka cintanya
karena Allah سبحانه وتعالى.
Kalau ia membenci, maka bencinya karena Allah سبحانه
وتعالى. Kalau ia memberi, maka memberinya karena Allah
سبحانه وتعالى. Kalau ia
menahan, maka ia menahan karena Allah سبحانه
وتعالى. Qalbunya selamat dari kedengkian, selamat dari
sifat pelit atau kikir, sombong, cinta dunia dan cinta kepemimpinan.
Perbanyak bersyukur atas nikmat yang telah Allah
سبحانه وتعالى berikan
kepadamu. Janganlah engkau menganggap itu adalah usahamu semata.
Sebab hakekatnya ia adalah atas Ridha Allah سبحانه
وتعالى.
Karena Allah سبحانه وتعالى
berfirman:
وَمَا بِكُمْ مِنْ
نِعْمَةٍ فَمِنَ اللهِ
“Dan nikmat apapun yang kalian dapatkan adalah datang dari Allah.”
(QS. An-Nahl: 53)
“Dan nikmat apapun yang kalian dapatkan adalah datang dari Allah.”
(QS. An-Nahl: 53)
Wahai Muslimah, Jagalah qalbumu!
Bentengi Qalbumu agar jangan ada rasa hasad, iri dan dengki.
Jauhi pula sifat kikir, bakhil, merendahkan Al-Haq ataupun merendahkan manusia.
Sombong bukan semata tinggi hati, karena hakekat orang yang sombong adalah orang yang menolak kebenaran dan meremehkan manusia. Ketika disampaikan kebenaran padanya ia menolak, seakan ia mengetahui segalanya dan merasa diatas kebenaran yang sesungguhnya ia berada di atas jalan kesesatan.
Makhluk Allah سبحانه وتعالى yang pertama kali melakukan kesombongan adalah Iblis. Tatkala seluruh makhluk diperintah Allah سبحانه وتعالى untuk sujud kepada Adam عليه السلام, hanya Iblis yang menolak sujud kepada Adam عليه السلام, karena merasa ia lebih baik dari Adam عليه السلام. Ia menolak dengan pikirannya bahwa dia yang diciptakan dari api lebih baik dan lebih mulia dari Adam عليه السلام yang diciptakan dari tanah.
Bentengi Qalbumu agar jangan ada rasa hasad, iri dan dengki.
Jauhi pula sifat kikir, bakhil, merendahkan Al-Haq ataupun merendahkan manusia.
Sombong bukan semata tinggi hati, karena hakekat orang yang sombong adalah orang yang menolak kebenaran dan meremehkan manusia. Ketika disampaikan kebenaran padanya ia menolak, seakan ia mengetahui segalanya dan merasa diatas kebenaran yang sesungguhnya ia berada di atas jalan kesesatan.
Makhluk Allah سبحانه وتعالى yang pertama kali melakukan kesombongan adalah Iblis. Tatkala seluruh makhluk diperintah Allah سبحانه وتعالى untuk sujud kepada Adam عليه السلام, hanya Iblis yang menolak sujud kepada Adam عليه السلام, karena merasa ia lebih baik dari Adam عليه السلام. Ia menolak dengan pikirannya bahwa dia yang diciptakan dari api lebih baik dan lebih mulia dari Adam عليه السلام yang diciptakan dari tanah.
Allah سبحانه وتعالى
berfirman:
قَالَ مَا
مَنَعَكَ أَلاَّ تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ
قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي
مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ.
(الأعراف: 12)
“Apa yang menghalangimu untuk bersujud
(kepada Adam) waktu Aku menyuruhmu?” Iblis menjawab: “Saya lebih
baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau
ciptakan dari tanah”.
(QS. al-A’raaf: 12)
(QS. al-A’raaf: 12)
Ketahuilah wahai Muslimah….
Rasulullah صلى الله عليه
وسلم bersabda:
لاَ يَدْخُلُ
الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ
مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ.
(رواه مسلم)
“Tidak akan masuk surga seorang yang dalam
hatinya ada sebiji dzarrah dari kesombongan. “
(HR. Muslim)
(HR. Muslim)
Seorang shahabat رضي الله
عنه bertanya kepada Nabi صلى الله
عليه وسلم: “Wahai Rasulullah, kami suka memakai
pakaian dan sandal yang bagus”. Maka Rasulullah صلى
الله عليه وسلم menjawab:
إِنَّ اللَّهَ
جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ
بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ.
(رواه مسلم)
“Sesungguhnya Allah indah dan suka
keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan
manusia.”(HR. Muslim)
Manfaat yang dimiliki
oleh manusia yang memiliki Qalbu yang selamat adalah:
1. Jiwa yang tenang
Firman Allah سبحانه وتعالى:
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا
مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ
فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً
ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ
بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh,
baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka
sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan
sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang
lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”
(QS. an-Nahl:97)
(QS. an-Nahl:97)
Yang namanya kehidupan yang baik adalah jiwa itu
merasa tenang dan tentram dalam setiap keadaan, meskipun ketika
ditimpa musibah.
Ketahuilah, kita bisa masuk surga itu karena rahmat dari Allah سبحانه وتعالى. Allahسبحانه وتعالى maafkan segala kesalahan dan dengannya Allah سبحانه وتعالى masukkan kita kedalam surgaNya.
Ketahuilah, kita bisa masuk surga itu karena rahmat dari Allah سبحانه وتعالى. Allahسبحانه وتعالى maafkan segala kesalahan dan dengannya Allah سبحانه وتعالى masukkan kita kedalam surgaNya.
Syaithon itu selalu menggoda manusia, dengan
mengiming-imingi manusia dengan segala keindahan duniawi, baik
syaithon dari jenis manusia maupun dari jenis Jin.
Rasulullah صلى
الله عليه وسلم bersabda:
إِنَّ الدُّنْيَا
حُلْوَةٌ خَضْرَةٌ وَإِنَّ اللهَ
مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيْهَا فَيَنْظُرُ
كَيْفَ تَعْمَلُوْنَ فَاتَّقُوا الدُّنْيَا
وَ اتَّقُوا النِّسَاءَ فَإنَّ أَوَّلِ
فِتْنَةِ بَنِيْ إِسْرَائِيْلَ كَانَتْ
فِي النِّسَاءِ
“Sesungguhnya dunia itu manis lagi hijau dan
Allah subhanahu wata’ala menjadikan kalian berketurunan di atasnya.
Allah melihat apa yang kalian perbuat. Takutlah kepada (fitnah) dunia
dan takutlah kepada (fitnah) wanita, karena sesungguhnya awal fitnah
yang menimpa Bani Isra’il dari wanitanya.”
(HR. Muslim)
(HR. Muslim)
2. Qalbu akan
bersinar/terang
Firman Allah سبحانه
وتعالى :
اللَّهُ نُورُ
السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ مَثَلُ
نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ
ۖ الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ ۖ الزُّجَاجَةُ
كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُوقَدُ
مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَةٍ زَيْتُونَةٍ
لَا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ
يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِيءُ وَلَوْ لَمْ
تَمْسَسْهُ نَارٌ ۚ نُورٌ عَلَىٰ نُورٍ
ۗ يَهْدِي اللَّهُ لِنُورِهِ مَنْ يَشَاءُ
ۚ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ
لِلنَّاسِ ۗ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ
عَلِيمٌ
“Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi.
Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak
tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca
(dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara,
yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu)
pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak
pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir
menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya
(berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia
kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia,
dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”
(QS. An-Nur:35)
(QS. An-Nur:35)
3. Dapat membedakan
antara al-haq dan al-Bathil dan bisa mengambil pelajaran dari
kejadian-kejadian yang ada.
Jika kebenaran itu sudah datang lalu ia menolaknya,
berhati-hatilah jangan sampai Allah سبحانه
وتعالى tutup kebenaran itu dari dalam hati kita.
Terimalah kebenaran itu baik yang berasal dari Allah سبحانه
وتعالى maupun dari Rasulullah صلى
الله عليه وسلم .
Orang yang bahagia itu justru ujiannya paling banyak.
Sebagaimana engkau ketahui, bermula dari manusia yang paling
mulia-lah yang paling berat menghadapi musibah, ia adalah para
rasul, para shahabat lalu para ulama dan seterusnya. Sebagai contoh
musibah yang dialami Nabi Ayyub yaitu Allah سبحانه
وتعالى matikan anak-anaknya, diambil hartanya dan
diberi penyakit yang berat. dan hanyalah istrinya yang setia menemani
hingga akhirnya Allah سبحانه وتعالى berikan
nabi Ayyub kesembuhan.
Allah سبحانه
وتعالى berfirman:
أَحَسِبَ النَّاسُ
أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا
وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan
(saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak
diuji lagi?”
(QS. al-Ankabut:2)
(QS. al-Ankabut:2)
Ada beberapa tanda
Qalbu itu sehat:
a. Selalu berusaha memperbaiki amalan disertai
perasaan kurang. (Mengganggap besar suatu dosa dan merasa kurang
sempurna amalannya)
b. Dia merasakan ketentraman ketika membaca san mendengarkan Kalamullah.
c. Bersabar ketika menghadapi kesulitan dan bersyukur ketika mendapat kelapangan (Selalu berhusnudzan kepada Allah سبحانه وتعالى)
d. Tidak pernah lupa berdzikir kepada Allah سبحانه وتعالى. Bila ia lupa maka ia akan bersegera kembali kepada Allah سبحانه وتعالى atau memaksa Qalbunya untuk kembali kepada Allah سبحانه وتعالى.
e. Ketika masuk sholat, ia akan menghilangkan seluruh pikiran-pikiran duniawi dan godaan syaithan yang berusaha untuk selalu mengganggu kekhusyuannya.
b. Dia merasakan ketentraman ketika membaca san mendengarkan Kalamullah.
c. Bersabar ketika menghadapi kesulitan dan bersyukur ketika mendapat kelapangan (Selalu berhusnudzan kepada Allah سبحانه وتعالى)
d. Tidak pernah lupa berdzikir kepada Allah سبحانه وتعالى. Bila ia lupa maka ia akan bersegera kembali kepada Allah سبحانه وتعالى atau memaksa Qalbunya untuk kembali kepada Allah سبحانه وتعالى.
e. Ketika masuk sholat, ia akan menghilangkan seluruh pikiran-pikiran duniawi dan godaan syaithan yang berusaha untuk selalu mengganggu kekhusyuannya.
2. QALBU YANG MATI
Yaitu Qalbu yang tidak ada kehidupan, tidak kenal
Allah سبحانه وتعالى, tidak
beribadah kepada Allah سبحانه وتعالى dan
tidak cinta kepada Allah سبحانه وتعالى.
Ini adalah Qalbu yang dihuni oleh syaithan.
Berteman dengan Qalbu yang mati adalah keburukan bagi kita. Karena ia mendahulukan hawa nafsu.
Ini adalah Qalbu yang dihuni oleh syaithan.
Berteman dengan Qalbu yang mati adalah keburukan bagi kita. Karena ia mendahulukan hawa nafsu.
maka berhati-hatilah wahai Muslimah, jagalah
Qalbumu!!
3. QALBU YANG SAKIT
Yaitu qalbu yang ada penyakit padanya.
Bila qalbunya dominan kepada kebaikan maka ia aka sehat. Bila qalbunya dominan kepada keburukan maka ia akan sakit.
Pemilik hati yang sakit ini, sebaiknya ia berusaha sekuat tenaga untuk mengobatinya. Setiap insan pasti khawatir bila ada satu dari anggota tubuhnya yang sakit. Ia akan berusaha untuk mengobatinya, mencaritahu penyebab dan obatnya dari berbagai referensi, mencari dokter yang ahli hingga mendatangi dokter-dokter spesialis diluar negri. Namun sayang ketika Qalbunya yang sakit, kebanyakan dari kita tidak menyadarinya dan terkesan santai saja, padahal ia lebih utama untuk diobati.
Bila qalbunya dominan kepada kebaikan maka ia aka sehat. Bila qalbunya dominan kepada keburukan maka ia akan sakit.
Pemilik hati yang sakit ini, sebaiknya ia berusaha sekuat tenaga untuk mengobatinya. Setiap insan pasti khawatir bila ada satu dari anggota tubuhnya yang sakit. Ia akan berusaha untuk mengobatinya, mencaritahu penyebab dan obatnya dari berbagai referensi, mencari dokter yang ahli hingga mendatangi dokter-dokter spesialis diluar negri. Namun sayang ketika Qalbunya yang sakit, kebanyakan dari kita tidak menyadarinya dan terkesan santai saja, padahal ia lebih utama untuk diobati.
Beberapa tanda Qalbu
yang sakit:
a. Tidak merasa takut berbuat dosa.
b. Mengganggap Allah Maha Pengampun, sehingga memudahkan ia untuk berbuat maksiat (Terlalu berharap ampunan-Nya namun sedikit rasa takutnya kepada Allah)
b. Mengganggap Allah Maha Pengampun, sehingga memudahkan ia untuk berbuat maksiat (Terlalu berharap ampunan-Nya namun sedikit rasa takutnya kepada Allah)
Beberapa penyakit yang
menghinggapi qalbu:
a. SOMBONG
Adalah salah satu dosa yang dilakukan oleh makhluk
Allah سبحانه وتعالى, yaitu
Syaithan ketika ia melecehkan Adam عليه
السلام. karena sombongnya Iblis, maka ia diusir oleh
Allah سبحانه وتعالى dari
surga-Nya. Hingga akhirnya Iblispun bersumpah untuk menggoda anak
keturunan Nabi Adam عليه السلام hingga
akhir zaman.
b. UJUB
Merasa bangga dari apa yang ada pada dirinya,
sehingga ia tanpa sadar menyimpang.
c. HASAD/IRI/DENGKI
Penyakit ini pula yang menimpa iblis ketika disuruh
sujud kepada Adam عليه السلام.
Sujud disini maksudnya bukanlah penghambaan kepada Adam عليه
السلام melainkan hanya sebagai bentuk mentaati
perintah Allah سبحانه وتعالى.
Iblis iri, iblis merasa Allah tidak adil dan menganggap Allah salah. na’udzubillah min dzalik…
Iblis iri, iblis merasa Allah tidak adil dan menganggap Allah salah. na’udzubillah min dzalik…
Wahai Muslimah, jagalah qalbumu dan persiapkanlah
dirimu menghadapi bulan suci ramadhan. Lewatilah dengan penuh
keimanan..
Semoga kita semua dapat menemui Bulan suci ramadhan kali ini dan berikutnya dengan keimanan dan istiqomah diata manhaj salaf,
amiin Allahumm aamiin
Semoga kita semua dapat menemui Bulan suci ramadhan kali ini dan berikutnya dengan keimanan dan istiqomah diata manhaj salaf,
amiin Allahumm aamiin
Demikianlah catatan Ta’lim Khusus Ummahat dengan
ustadzah Zulfa Ummu Ishaq al-Atsariyyah, pada hari kamis, 20 juni
2013 di jalan Kerinci, Mayestik, kebayoran Baru.
Semoga Bermanfaat, biidznillah…
Jazaakumullahu khairan katsiro
..uar..
sumber: www.catantanmms.wordpress.com

